Menulis bagi saya yang masih baru mengenal dunia tulis-menulis adalah sesuatu yang sangat sulit sekali. Menulis merupakan sebuah keterampilan yang memiliki bobot tertentu untuk pembaca. Seorang penulis tidak akan mampu untuk menulis jika tidak terbiasa menulis dalam hal ini adalah kebiasaan menulis. Kebiasaan ini merupakan salah satu point yang menegaskan akan keterampilan menulis itu sendiri. Ada seseorang misalnya yang secara tiba-tiba mengejutkan media pembaca atas tulisannya yang berbobot padahal sebelum-sebelumnya ia tidak pernah kelihatan menghasilkan tulisan-tulisan yang serupa. Hal ini bisa terjadi akibat dari kebiasaan sang penulis menuliskan sedikit-demi sedikit apa yang ada dalam otaknya (gagasan) . Sedang memunculkan gagasan dalam otak juga sama sulitnya dengan kemampuan untuk menulis. Menurut saya ada beberapa factor yang dapat menumbuhkan kemampuan menciptakan gagasan-gagasan.
Yang pertama adalah kemampuan mengamati. Kemampuan ini sangat perlu untuk dimiliki seorang penulis karena dengan jalan pengamatan wawasan seorang penulis dapat meningkat. Pengamatan ini bisa saja diterapkan dalam kehidupan sehari-hari misalnya keadaan sekitar, hubungan bertetangga serta mengamati dari media baik itu media cetak maupun media audio, visual dan audio-visual. Dengan melakukan pengamatan berarti kita membuka celah untuk menegetahui apa saja yang sedang terjadi. Dengan tujuan menggali informasi.
Selanjutnya befikir kritis. Setelah melakukan pengamatan tentunya akan banyak sekali informasi yang ditangkap oleh otak. Informasi tersebut kemudian berubah menjadi materi-materi yang siap untuk disalurkan menjadi sebuah idea tau gagasan. Berfikir merupakan cara yang tepat untuk melakukan metamorfosa pada partikel informasi tersebut. Berfikir kritis sangat berbeda dengan berfikir secara umumnya karena berfikir kritis berarti lebih mendalami analisis atas apa yang telah ditetapkan menjadi bahan pemikiran. Dalam berfikir kritis kadang kala ditunjang referensi yang lebih menekankan atas materi yang sedang dianalisis baik dari buku, internet dan sebagainya.
Kemauan berlatih menuliskan ide atau gagasan. Terakhir agar ide-ide tersebut dapat di share dan dibaca hanya dapat dilakukan dengan cara yang satu ini. Tapi keterampilan ini bukanlah keterampilan yang mudah untuk dilakukan. Berhubungan dengan yang saya katakana di atas, untuk seseorang yang baru ini sangatlah sulit. Oleh sebab itu tidak ada cara lain selain berlatih untuk menuliskan gagasan semampunya kemudian dilanjutkan berlatih mengembangkannya.
Penutup, yang terpenting untuk dipegang seorang penulis sebelum menuliskan gagasannya adalah obsesi atau tujuan. Seorang penulis akan sangat mustahil dengan begitu saja menuliskan gagasan atau menyusun sebuah tulisan tanpa memiliki tujuan atas apa yang ditulisnya. Tujuan berarti akibat yang akan didapatkan pembaca setelah membaca tulisan yang dibacanya. Dalam mewujudkan tujuan tulisan yang ditulisnya ada beberapa cara yang dimaksudkan untuk menegaskan hal tersebut misalnya dengan cara penyampaian yang menarik, tatanan apik semisal penambahan ilustrasi dan lain sebagainya. Telah kita sadari, aspek humoris juga sangat perlu untuk diterapkan dalam mewujudkan tujuan dalam menulis. Karena tak sedikit orang yang bosan atau kurang dapat memahami penyamaian yang terkesan kaku, formal dan terlalu serius. Let’s try.



0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan meninggalkan komentar, pertanyaan, kritik dan saran kesemua poin tersebut diperbolehkan sepanjang tidak mengandung spam, pornografi dan segala hal yang menyinggung perasaan, ras serta agama. Sekali lagi terimakasih telah berkunjung. Semoga bermanfaat. 8-)